Translate

.


Diberdayakan oleh Blogger.

Selasa, 27 Oktober 2015

Entah para imigran tersebut berasal dari Afganistan atau Iran, kita tidak tahu karena imigran tersebut tidak memiliki dokumen.

Memang sengaja diselundupkan untuk menyebarkan paham syiah atau tidak, kita tidak tahu meski kenyataannya mereka bebas berkeliaran, berinteraksi dengan warga, dan mengadakan ritual syiah.

Kenapa informasi yang sampai ke warga adalah mereka adalah pengungsi rohingnya ? Sedangkan kenyataannya hanya ada 1 orang rohingnya dan 30 orang lainnya Afganistan (ini pun masih jadi tanda tanya apakah benar dari afganistan atau dari negara lain katakanlah misal dari negara syiah iran ?).

Apakah penempatan 1 orang rohingnya hanya sebagai kedok agar bisa digeneralisir semua berasal dari rohingnya ? Kita tidak tahu karena kenyataannya demikian hanya ada 1 orang rohingnya saja. Kalaupun tidak digunakan sebagai kedok,  kenapa 1 orang rohingnya yang notabene ahlusunnah dicampur dengan 30 orang syiah ? Sungguh tidak sebanding.

Pada malam pengerebekan kami memeriksa handphone salah satu imigran tersebut.
Terlihat foto-foto mereka sedang naik mobil mewah, traveling ke borobudur, pergi ke cafe, pergi ke fitness center, dan terdapat foto-foto mesra dengan perempuan Indonesia. Apakah seperti ini layak disebut pengungsi? Apakah patut imigran yang dalam pengawasan Dinsosnakertrans bisa melakukan aktifitas-aktifitas demikian.?

Ada anggapan bahwa kasus imigran pencari suaka ini digunakan pihak tertentu  sebagai lahan penghasil pundi-pundi uang. Ada anggapan pula bahwa kasus imigran pencari suaka ini digunakan sebagai proyek pen “syiah”  an. Salah satu benar, salah semua atau benar smua kita tidak tahu.

Yang kami khawatirkan bukan aktifitas mereka ke borobudur dan sebagainya tapi penyebaran paham syiah yang mereka lakukan. Tidak terbayangkan bencana kemanusiaan yang telah terjadi di Suriah, Lebanon, Iraq, Yaman yang diakibatkan oleh perbuatan orang-orang syiah akan pindah ke Indonesia nantinya. 

ALTAR RITUAL
WARGA DAN ORMAS YANG SEDANG MENGAMBIL FOTO PARA IMIGRAN
PARA IMIGRAN DIANGKUT KE MAPOLRES BANTUL
Pada hari senin malam tanggal 19 / 10/ 2015 divisi kelaskaran Front Jihad Islam dan ormas-ormas Islam di jogja atas ijin Alloh telah membubarkan ritual syiah yang diselenggarakan oleh 30 imigran pencari suaka ke indonesia titipan pihak imigrasi ke Dinsosnakertrans. Ritual berupa pemujaan terhadap husein tersebut bubar setelah ratusan laskar mendatangi  gedung Pondok Pemuda Ambarbinangun, Tirtonirmolo, Kasihan Bantul yang dijadikan tempat menampung imigran yang menurut informasi yang kami terima 30 orang berasal dari afganistan dan 1 orang berasal dari rohingnya.

Pembubaran tersebut berlangsung berkat informasi yang kami terima dari warga warga yang kebetulan diberdayakan untuk mnyediakan makan bagi para imigran tersebut. Anggota FJI yang bertempat tinggal tidak jauh dari gedung selalu berkoordinasi dengan warga terkait aktifitas mereka. Akhirnya pada hari senin malam tanggal 19 / 10/ 2015  kami mendapat informasi bahwa mereka melakukan ritual yang asing bagi warga. Anggota FJI dan satu orang warga (dari kokam) berangkat ke TKP dalam rangka untuk mengecek kebenaran informasi tersebut. Ternyata benar. Mereka melakukan ritual pemujaan terhadap husein. Informasi ini diteruskan ke seluruh laskar jogja yang kemudian bergerak ke TKP untuk bersama-sama membubarkan acara tersebut.

PARA IMIGRAN SEDANG DIBERI PENGARAHAN DI TRANSITO SLEMAN

PENAMPAKAN PARA IMIGRAN SYIAH
Acara tersebut bubar dan seluruh imigran diamankan ke Mapolres Bantul oleh aparat kepolisian. Perlu diketahui bahwa FJI tidak akan berhenti disini. FJI yang berkomitmen mengawal kasus ini akan terus memantau keberadaan para imigran tersebut hingga mereka angkat kaki dari jogjakarta dan indonesia. Terakhir mereka direlokasi ke transito sleman, dan kami akan memegang janji kepala dinsosnakertrans saat kami temui disana bahwa akan segera mengirimkan surat ke imigrasi pusat untuk mendeportasi mereka.
FRONT JIHAD ISLAM (FJI)

Minggu, 25 Oktober 2015


FRONT JIHAD ISLAM (FJI) : APARAT  HARUS LEBIH  TEGAS DALAM MENANGANI MASALAH SYIAH !

“Adapun seluruh jenis ‘bersenang-senang’ seperti menyentuh dengan syahwat, mencium, ‘main di paha’, maka itu semua tidak mengapa, bahkan untuk anak kecil yang masih menyusu”
(Tahrir al-Wasilah, hal 241, no 12)

Tahrir al-Wasilah adalah kitab tulisan Khomeini salah satu ulama syiah
yang dijadikan rujukan oleh rausyan fikr


Jika ada seseorang yang menyatakan diri sebagai neo pki, mempunyai lembaga berhaluan komunis, secara aktif menyebarkan pemikiran-pemikiran komunisme, dan menuntut penghapusan hak milik dengan sosialisme ekstrim, yang kesemuanya jelas  berpotensi merusak tatanan sosial, mengganggu stabilitas keamanan dan berujung kepada kudeta politik seperti yang pernah terjadi di indonesia, kira –kira apa yang aparat akan lakukan ?

Jika ada seorang bernama am safwan menyatakan diri sebagai syiah, mempunyai yayasan berhaluan syiah, secara aktif menyebarkan pemikiran-pemikiran syiah, menuntut penghapusan hak milik dengan nikah mut’ah, yang kesemuanya jelas berpotensi merusak tatanan sosial, mengganggu stabilitas keamanan dan berujung lepada kudeta politik seperti yang telah terjadi di yaman, kira –kira apa yang aparat akan lakukan ?

Bagaimana mungkin yayasan yang di pimpin oleh orang syiah, berdiri karena dipicu semangat revolusi syiah iran, menerbitkan buku-buku karya tokoh-tokoh syiah, membuka diskusi pemikiran tokoh-tokoh syiah, memiliki afiliasi dengan organisasi-organisasi syiah, mengamalkan pesan-pesan tokoh syiah, melakukan ritual-ritual syiah namun menolak dianggap yayasan syiah ? Ya, dalam sebuah pertemuan tanggal 23 Oktober 2015 yang dihadiri oleh ormas islam, aparat kepolisian, militer, RT setempat, dan beberapa warga, am safwan selaku pimpinan yayasan rausyan fikr dalam kesempatan tersebut kembali mengakui bahwa dirinya adalah “OKNUM SYIAH’ namun anehnya bersikukuh bahwa yayasan yang ia pimpin bukanlah yayasan syiah. Sangat kontradiktif. Jelas itu hanyalah kebohongan sebagai harapan diperbolehkannya melakukan aktifitas yang ia sebut sebagai kajian filsafat islam (baca: kajian syiah) 

Yayasan rausyan fikr yang dalam profilnya di http://www.rausyanfikr.org menyebut dirinya dibentuk atas dasar semangat pemikiran dan dakwah Islam (baca : dakwah syiah) dan bersamaan dengan gaung Revolusi Islam Iran (baca revolusi syiah iran) kembali berulah dengan propaganda syiah nya. Dengan dalih melakukan kajian filsafat islam. Sebut saja kajian buku berjudul falsafatuna karangan tokoh syiah baqir sadr yang menjadi agenda rausyan fikr tahun 2015-2016 (padahal rausyan fikr telah dibekukan namun tetep mengadakan kegiatan).

Kegiatan di tahun 2013-2014


MENYEBARLUASKAN IBADAH SYIAH DENGAN DALIH BELAJAR EPISTEMOLOGI
PENGUMUMAN KAJIAN PEMIKIRAN TOKOH SYIAH BAQIR SHADR
  

KAJIAN PEMIKIRAN TOKOH SYIAH BAQIR SHADR

SALAH SATU RITUAL SYIAH UANG DILAKUKAN DI TAHUN 2015 (BERTOLAK BELAKANG DENGAN STATEMENT AM SAFWAN YANG MENGATAKAN SEBATAS KAJIAN FILSAFAT)

RAUSYAN FIKR MASIH AKTIF MELAYANI PEMBELIAN BUKU-BUKU SYIAH

Agenda ini secara otomatis telah menghina tindakan aparat kepolisian telah membekukan yayasan tersebut dari segala bentuk aktifitasnya di tahun 2013 silam berdasarkan surat rekomendasi MUI DIY. Tidak hanya itu, komitmen Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo, MS.i dalam upaya menanggulangi dampak penyebaran ajaran Syiah di Sleman pun ikut dihina.


Diketahui bahwa MUI DIY telah megeluarkan rekomendasi yang salah satunya menyatakan bahwa “lembaga atau organisasi yang menjadi tempat bernaungnya  oknum-oknum syiah menyebarkan paham yang menyimpang tersebut, maka aparat keamanan dan ketertiban kiranya dapat melakukan pengawasan pembekuan dan pembubaran lembaga atau organisasi tersebut sesuai kewenangan yang dimilikinya.” Demikian juga dengan Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo, MS.i. Beliau adalah orang yang memimpin secara langsung deklarasi ormas-ormas Islam di Yogyakarta untuk menanggulangi dampak penyebaran ajaran Syiah di Indonesia.

Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah tegas terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka… QS Al Fath 29


Kami menghimbau hendaknya aparat lebih tegas dalam menangani masalah syiah khususnya rausyan fikr, karena setelah diselidiki lebih jauh ternyata  rausyan fikr masih secara aktif berkegiatan termasuk melakukan ritual dan menjual buku-buku syiah dari 2013 hingga sekarang. Ini berarti kesediaannya untuk menghentikan aktifitas 2013 silam hanyalah kebohongan belaka. Fungsi pengawasan dan penegakan hukum kepolisian berarti juga patut dipertanyakan.

Aparat harus lebih serius dalam mengatasi berkembangnya paham yang telah nyata ditetapkan menyimpang oleh Ulama setempat dalam hal ini MUI dan Pemerintahan setempat dalam hal ini Bupati sehingga mampu menjamin kegiatan di Rausyan fikr sudah tidak ada sama sekali

Aparat jangan hanya mementingkan stabilitas kamtibmas sekejap namun menyimpan bom waktu. Permasalahan syiah adalah permasalahan besar karena menyangkut aqidah. Cacian mereka terhadap para sahabat nabi, anjuran nikah mutah, tathbir atau ritual menyakiti diri sendiri, taqiyah atau berdusta, kudeta politik dan berbagai kemunkaran lainya jelas akan membawa dampak yang sangat besar jika tidak diantisipasi sejak awal.


“Sesungguhnya, apabila masyarakat meyaksikan kemungkaran, lalu mereka tidak merubahnya, maka Allah akan meratakan siksanya kepada mereka semua” (HR. Ahmad, Abu Dawud dan Tirmidzi).

Kita bisa melihat bagaimana besarnya dampak yang disebabkan ekspresi keimanan syiah pada  konflik yang tengah terjadi di timur tengah. Suriah , Iraq, Libanon, dan yang masih hangat adalah Yaman. Pada akhirnya setelah merasa cukup kuat syiah houthi Yaman melancarkan kudeta. Padahal sebelumnya houthi mulai sebagai gerakan berkedok teologis moderat yang diberitakan penuh toleransi yang diklaim berpandangan pandangan luas berpikiran sebagai orang Yaman. Persis seperti Rausyan fikr sekarang ini.

Hal demikian bisa terjadi karena syiah mau tidak mau harus mengamalkan salah satu rukun iman mereka yakni immamiyah yang implementasinya berarti menguasai kepimpinan/pemerintahan dimanapun mereka berada. Terlebih berdasarkan ‘fatwa’ Ayatullah Khomeini tokoh revolusi syiah iran yang buku- bukunya secara aktif diterbitkan  rausyan fikr, bahwa sistem politik yang tidak sesuai dengan sistema politik imamah syiah bisa digulingkan. Jika ambisi politik seperti itu dipraktikkan di NKRI tak heran jika kelak NKRI akan bernasib sama seperti Yaman. Naudzubillahimindzalik.

DPP FRONT JIHAD ISLAM

Lampiran lampiran

Khomeini : Seorang pria bisa berhubungan seks dengan binatang seperti domba, sapi, unta dan sebagainya








RITUAL SYIAH MELUKAI DIRI

RINTIHAN MUSLIM IRAQ DIBAWAH REZIM SYIAH

MEMBONGKAR HAKIKAT SYIAH

STRATEGI SYIAH MENGKUDETA SEBUAH NEGARA

Rabu, 18 Februari 2015


Jakarta (frontjihadislam.or.id)-Peristiwa penyerangan kelompok pendukung Syiah ke kampung Az-Zikra Sentul yang terjadi baru-baru ini menyadarkan banyak pihak akan bahaya Syiah. Jamaah Majelis Az-Zikra beserta sejumlah ormas Islam mendesak Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk segera mengeluarkan fatwa sesat Syiah. Desakan ini disampaikan saat jamaah Majelis Az-Zikra dan ormas-ormas Islam mendatangi kantor MUI Pusat, Jalan Proklamasi 51, Jakarta Pusat, Selasa (17/2/2015) siang.

“Kami meminta agar MUI segera mengeluarkan fatwa sesat Syiah,” kata Ahmad Syuhada, juru bicara Majelis Az-Zikra, di kantor MUI. Menurut Syuhada, fatwa sesat Syiah sudah menjadi kebutuhan agar akidah umat Islam terjaga dan tidak ada lagi keresahan akibat bentrok fisik. Syuhada meyakini, pelaku yang melakukan penyerbuan, pengeroyokan, dan penculikan adalah Syiah. Keyakinan Syuhada ini didasarkan oleh sejumlah bukti. “Di antaranya menurut polisi, empat pelaku penyerangan mengaku pengikut Syiah,” terang Syuhada.

Ormas-ormas Islam yang turut hadir ke kantor MUI adalah Front Pembela Islam (FPI), Forum Betawi Rempug (FBR), Forum Indonesia Peduli Syam (FIPS), Korps Muballigh Jakarta (KMJ), Front Jihad Islam (FJI), HASMI, Forum Umat Islam (FUI), Majelis Mujahidin (MM), Jamaah Ansharusy Syariah, Global Ikwan Indonesia, LPPI, dan Ikhwanul Muslimin.* 
SUMBER : http://www.hidayatullah.com/berita/nasional/read/2015/02/18/39135/majelis-az-zikra-dan-ormas-ormas-islam-desak-mui-keluarkan-fatwa-sesat-syiah.html#.VOV2FSxR1Oc

Kamis, 05 Juni 2014


Pihak panitia ketika menjelaskan telah kecolongan karena ternyata mengundang tokoh syiah dan berterimakasih kepada FJI dan FUI
Yogyakarta (frontjihadislam.or.id) Minggu, 18 Mei 2014 pukul 08.00 Wib bertempat di eks SD Kadipiro IV Dusun Sumberan Rt.09 Ngestiharjo, Kasihan, Bantul telah dilaksanakan Pengajian rutin Minggu Pahing oleh Majelis Ta'lim Raudhatul Jannah berupa dzikir dan tausiyah.  
Kegiatan ini dilaksanakan rutin setiap selapan hari pada Minggu ke 7 dengan peserta sekitar 300 orang dari majelis taklim dan warga sekitar, wilayah Bener, Tompeyan dan Jatimulyo.
Kegiatan diawali Dzikir yang dipimpin oleh Ustadz Arifin dari Ponpes Al Wahid Sutopadan, Ngestiharjo, Kasihan Bantul sedangkan pembicara yaitu Bapak Othman Omar Shihab, Lc, MA (Jakarta) dengan tema "Bagaimana Membangun Masyarakat yang Islami" . Adapun pelaksana Ibu Linda afriyani yang juga pemilik perusahaan garmen "Baju Qta"
Sementara Tauziah pengajian berlangsung, Pada pukul  09.55 Wib sekelompok orang sekitar 30 orang dengan mengatasnamakan laskar FJI dan FUI datang dan membubarkan paksa kegiatan pengajian.
Alasan pembubaran karena pembicara Ust Othman Omar Shihab, Lc, MA dinilai merupakan penganut faham Syiah. Pada umumnya FJI tidak mempermasalahkan kegiatan pengajian namun mempermasalahkan pembicara yang dianggap sesat yaitu diduga pembicara penganut aliran Syiah.
Dengan adanya pembubaran paksa tersebut selanjutnya Kapolsek Kasihan Kompol Fajar Pamuji, SH memediasi pertemuan antara pihak Panitia dan FJI serta meminta bantuan pasukan ke Polres Bantul untuk antisipasi kejadian yang tidak diinginkan.
Mediasi pertemuan dihadiri oleh Kapolsek Kasihan, Kasat Sabhara, pihak panitia pengajian, pihak FJI (Front Jihad Islam), para tokoh agama dan pihak lainya.

Dalam pertemuan tersebut pihak FJI Bapak Darohman menjelaskan bahwa penghentian pengajian ini bertujuan agar umat Islam tidak tersesat dengan aliran Syiah yang saat ini sudah masuk wilayah Indonesia, selain itu juga mencegah terjadinya bentrok antar umat Islam sendiri. Syiah di luar negeri merupakan musuh umat Islam karena secara terangan terangan membantai umat Islam dan mencaci maki sahabat Nabi maupun istri Nabi SAW.
Kemudian FJI menyampaikan bukti bukti bahwa Othman Omar Shihab adalah seorang penceramah yang membela Aliran Syiah yaitu dari MUI Pusat dan Internet.
Pihak Panitia bapak Anton Priyanto pada pertemuan tersebut menjelaskan bahwa pada dasarnya Panitia tidak mengetahui dan kurang jeli bahwa si Penceramah adalah Syiah, atas kejadian ini kami berharap agar menjadi pelajaran bagi kita untuk berhati hati dalam mengundan penceramah dan kami mengucapkan banyak terimakasih serta menghargai masukan pihak FJI dan kegiatan pengajian untuk hari ini disetujui di hentikan.
Setelah mediasi selesai peserta pengajian pulang kerumah masing - masing. Kemudian pukul 10.30 Wib ormas FJI membubarkan diri dalamkeadaan aman dan tertib. (Sihumas Kasihan) Sumber : http://humaspolresbantul.blogspot.com/2014/05/kegiatana-pengajian-di-kasihan-bantul.html (abu add/ frontjihadislam.or.id)

Sabtu, 24 Mei 2014

Aminudin Azis dibawa ke Polres

Gunung Kidul  (frontjihadislam.or.id) Kejadian bermula ketika warga bersama ormas-ormas islam DIY melakukan pemasangan spanduk penolakan paskah Adiyuswo di kota Wonosari . Amidudin Aziz tokoh FLI dengan mengendarai mobil terlihat  berhenti di perempatan lampu merah. Sengaja Aminudin yang sudah jalan karena lampu hijau, justru berbalik arah menuju tempat pemasangan spanduk dan mengacungkan jempol sambil tersenyum mengejek. Warga yang merasa dihina kemudian mendatangi Aminudin dan mengklarifikasi maksud perbuatannya tersebut. Merasa terpojok Aminudin berlari. Karena lokasi kejadian kebetulan berdekatan dengan polres kemudian Aminudin dibawa masuk ke polres Gunungkidul . Di dalam Polres Aminusin kembali dimintai keterangan perihal maksud perbuatannya namun tidak mampu menjelaskan. Selang beberapa hari Aminudin menggelar aksi mengatasnamakan masyarakat wonosari (padahal peserta aksi hanya 20an orang)

Mana yang benar-benar masyarakat wonosari  ?

Aminudin mengatasnamakan masyarakat wonosati namun hanya dihadiri segelintir orang saja

bandingkan dengan jumlah warga melakukan pemasangan spanduk penolakan paskah

Tak puas dengan aksinya karena hanya dihadri oleh segelintir orang saja Aminudin melaporkan kejadian saat pemasangan spanduk tersebut ke Polres Gunung kidul dengan dugaan kekerasan secara bersama-sama dan pengrusakan. Laporan ini terkait pipi Aminudin yang lecet karena terkena kacamatanya sendiri dan mobil miliknya yang menurutnya mengalami kerusakan. Secara terpisah Komandan FJI Kota Jogja Ust. Abu Hamdan terkait laporan ini mengatakan bahwa " jika kami berniat melakukan kekerasan Aminudin sudah kehilangan nyawa dan jika kami berniat merusak, mobil aminudin sudah hangus terbakar" Ust Abu Hamdan menambahkan "Disitu tidak ada penganiyayaan dan jika memang mobil Aminudin dikabarkan mengalami kerusakan sebenarnya bisa dikatakan karena ulahnya sendiri. Mengapa dia harus balik arah dan mendatangi kerumunan massa. Justru kita menilai sepertinya ada unsur kesengajaan untuk melemahkan aksi FUI dalam rangka menolak acara pskah adiyuswo melalui kriminalisasi kejadian ini" (abu add/ frontjihadislam.or.id)



Jumat, 23 Mei 2014


warga melakukan pemasangan spanduk penolakan

Gunung Kidul  (frontjihadislam.or.id) Kronologi Penolakan Paskah Adiyuswo di gunungkidul
  1. Paskah Adiyuswo merupakan acara tahunan orang kafir yang diselenggarakan di berbagai kota dengan menghadirkan ribuan jemaat dari ratusan gereja se jawa bali.
  2. Pada tanggal  30 maret 2014 Front Jihad Islam bersama Ormas-ormas Islam gunung kidul mendampingi warga mendatangi rumah pendeta sujarno guna mengklarifikasi perihal pendirian gereja dan tindakannya dalam memurtadkan orang-orang muslim di Kec. Girisubo kab. Gunng Kidul dengan cara memilih warga muslim kurang mampu yang sedang bekerja di ladang (melanggar SKB 3 menteri). 
  3. Pendeta sujarno meminta maaf dan mengakui tindakannya. 
  4. Pendeta sujarno tidak mampu menunjukkan sura-surat terkait izin pendirian gereja
  5. Warga memberi waktu sujarno 1 minggu untuk menunjukkan surat izin mendirikan gereja.
  6. Pada tanggal 6 April 2014 warga kembali mendatangi rumah pemdeta sujarno untuk menanyakan izin. Karena tidak bisa menunjukkan izin maka warga disaksikan aparat kepolisian menyegel gereja tersebut. 
  7. Kurang lebih 2 minggu setelah peristiwa tersebut terdengar informasi bahwa paskah adiyuswo yang menghadirkan ribuan jemaat dari ratusan gereja se jawa bali akan dilaksanakan di gunung kidul dengan menampilkan kesenian, arak-arakan, bazar, pemecahan rekor muri tiwul terbesar, mendatangkan artis lokal, dll.
  8. Sejarah acara sejenis khususnya di yogyakarta dan di Indonesia pada umumnya adalah digunakan sebagai ajang kristenisasi. Berbagai acara dimaksudkan untuk menarik masyarakat untuk hadir dalam acara tersebut.
  9. Panitia paskah mengajukan permohonan tempat penyelenggaraan ke lapangan milik TNI AU namun ditolak. Kemudian memohon kepada lapangan milik pemda juga ditolak. Akhirnya mengajukan permohonan ke lapangan puslatpur mililk TNI AD di paliyan  dan diterima. 
  10. Terjadi penolakan besar-besaran mengenai paskah tersebut oleh warga paliyan ormas islam, pondok pesantren,  takmir-takmir masjid dan tokoh-tokoh agama di DIY melalui pemasangan spanduk dan pengumpulan tandatangan.  Bahkan ketua FKUB sudah memberi rekomendasi agar tidak dilaksanakan di Gunung kidul namun tidak dihiraukan.
  11. Forum Ukhuwah Islamiyah DIY (FUI) yang dipimpin oleh KH. Sunardi Sahuri mengumpulakan lebih dari 200an tanda tangan dan cap ormas islam, pondok pesantren,  takmir-takmir masjid dan tokoh-tokoh agama di DIY untuk kemudian dilampirkan di surat penolakan yang ditunjukkan kepada Bupati, Komandan Korem, Komandan Kodim, Kapolres, Kapolda, Gubernur DIY sehingga diperkirahkan terdapat ribuan orang yang menolak acaratersebut. 
  12. Melihat situasi yang kian memanas Pemda Gunung Kidul melakukan mediasi dengan menghadirkan seluruh unsure masyarakat, pemerintah dan aparat. 
  13. Pada mediasi pertama pihak panitia ingin mengubah format acara dengan mngurangi beberapa acara seperti pemecahan rekor muri tiwul terbesar namun acara kesenian seperti ketoprak tetap diadakan. Pada mediasi pertama FUI mempersilakan mengadakan namun di gereja masing-masing. 
  14. Mediasi kedua pihak FUI tetap meminta jika dilaksanakan silakan di laksanakan di gereja. Panitia tidak akan mengadakan jika pejabat-pejabat yang berwenang tidak mengijinkan.
  15. Ketika diklarifikasi kehadiran laskar-laskar salib dari berbagai kota sebagai keamanan pada mediasi kedua ini pihak orang kafir hanya diam tidak menolak namun tidak mengiyaakan.
  16. Mungkin melihat penolakan yang semakin meluas hingga ke luar DIY akhirnya TNI AD mencabut ijin tempat di puslatpur.
  17. Mengacu pada hasil mediasi kedua seharusnya dengan dicabutnya izin tempat di puslatpur, panitia membatalkan acara tersebut namun panitia tetap memaksakan diri untuk mengadakan adan mencari alternatf tempat lain (mulut orang kafir tidak bias dipercaya)
  18. Dari sini timbul kecurigaan apa maksud panitia memaksakan diri untuk tetap diadakan dan tempat harus di gunung kidul?
  19. Setelah dilakukan berbagai analisis dimungkinkan karena  : Terkait motif ekonomi mengingat peserta ditarik biaya per orang 75.000 sehingga panitia dipastikan merugi jika acara ini tidak jadi dilaksanakan, Orang kafir ingin unjuk kekuatan terkait penyegelan gereja di Girisubo, dan Ingin memancing emosi umat islam dengan memurtadkan lebih banyak orang muslim melalui acara tersebut
  20. Pihak panitia bersama pejabat terkait tanpa FUI kembali melakukan rapat terkait permintaan pihak panitia untuk tetap mengadakan acara paskah.
  21. Dari pihak Polres Gunung Kidul sepertihalnya FUI tetap menganjurkan agar di laksanakan di gereja.
  22.  Informasi terakhir gereja yang akan digunakan adalah gereja di daerah Wiladeg
  23. FUI tidak begitu saja percaya mengingat kebohongan yang sering dilakukan orang kafir. Boleh jadi ini hanyalah akal-akalan mengingat kapasitas gereja tidak mungkin bias menampung undangan yang mencapai 13.000.
  24. FUI menyeru kepada seluruh Laskar untuk siap siaga dan hadir di wonosari dengan berkumpul di masjid agung Wonosari (Al ikhlas) pada tanggal 30 Mei 2014 untuk mengantisipasi terjadinya gesekan terkait berlangsungnya acara tersebut. (abu add/ frontjihadislam.or.id)

Rabu, 23 April 2014

BALIHO SYIAH SESAT

Posted by abdurrahman fji On 10.45 1 comment



YOGYAKARTA (frontjihadislam.or.id)-Sahabat yang dirahmati Alloh. Kami ingin berbagi design baliho sebagai edukasi masyarakat mengenai kesesatan syiah. Silakan diunduh. Anda bisa mengedit pada pojok kanan bawah jika ingin mencantumkan nama organisasi anda. (abu add/ frontjihadislam.or.id)



Site search

    Markas Pusat

    Front Jihad Islam
    Jl. Bibis 43 Padokan Lor Tirtonirmolo Kasihan Bantul
    Daerah Istimewa Yogyakarta
    Telp : 0878-3977-0021