Translate

.


Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 23 Mei 2014


warga melakukan pemasangan spanduk penolakan

Gunung Kidul  (frontjihadislam.or.id) Kronologi Penolakan Paskah Adiyuswo di gunungkidul
  1. Paskah Adiyuswo merupakan acara tahunan orang kafir yang diselenggarakan di berbagai kota dengan menghadirkan ribuan jemaat dari ratusan gereja se jawa bali.
  2. Pada tanggal  30 maret 2014 Front Jihad Islam bersama Ormas-ormas Islam gunung kidul mendampingi warga mendatangi rumah pendeta sujarno guna mengklarifikasi perihal pendirian gereja dan tindakannya dalam memurtadkan orang-orang muslim di Kec. Girisubo kab. Gunng Kidul dengan cara memilih warga muslim kurang mampu yang sedang bekerja di ladang (melanggar SKB 3 menteri). 
  3. Pendeta sujarno meminta maaf dan mengakui tindakannya. 
  4. Pendeta sujarno tidak mampu menunjukkan sura-surat terkait izin pendirian gereja
  5. Warga memberi waktu sujarno 1 minggu untuk menunjukkan surat izin mendirikan gereja.
  6. Pada tanggal 6 April 2014 warga kembali mendatangi rumah pemdeta sujarno untuk menanyakan izin. Karena tidak bisa menunjukkan izin maka warga disaksikan aparat kepolisian menyegel gereja tersebut. 
  7. Kurang lebih 2 minggu setelah peristiwa tersebut terdengar informasi bahwa paskah adiyuswo yang menghadirkan ribuan jemaat dari ratusan gereja se jawa bali akan dilaksanakan di gunung kidul dengan menampilkan kesenian, arak-arakan, bazar, pemecahan rekor muri tiwul terbesar, mendatangkan artis lokal, dll.
  8. Sejarah acara sejenis khususnya di yogyakarta dan di Indonesia pada umumnya adalah digunakan sebagai ajang kristenisasi. Berbagai acara dimaksudkan untuk menarik masyarakat untuk hadir dalam acara tersebut.
  9. Panitia paskah mengajukan permohonan tempat penyelenggaraan ke lapangan milik TNI AU namun ditolak. Kemudian memohon kepada lapangan milik pemda juga ditolak. Akhirnya mengajukan permohonan ke lapangan puslatpur mililk TNI AD di paliyan  dan diterima. 
  10. Terjadi penolakan besar-besaran mengenai paskah tersebut oleh warga paliyan ormas islam, pondok pesantren,  takmir-takmir masjid dan tokoh-tokoh agama di DIY melalui pemasangan spanduk dan pengumpulan tandatangan.  Bahkan ketua FKUB sudah memberi rekomendasi agar tidak dilaksanakan di Gunung kidul namun tidak dihiraukan.
  11. Forum Ukhuwah Islamiyah DIY (FUI) yang dipimpin oleh KH. Sunardi Sahuri mengumpulakan lebih dari 200an tanda tangan dan cap ormas islam, pondok pesantren,  takmir-takmir masjid dan tokoh-tokoh agama di DIY untuk kemudian dilampirkan di surat penolakan yang ditunjukkan kepada Bupati, Komandan Korem, Komandan Kodim, Kapolres, Kapolda, Gubernur DIY sehingga diperkirahkan terdapat ribuan orang yang menolak acaratersebut. 
  12. Melihat situasi yang kian memanas Pemda Gunung Kidul melakukan mediasi dengan menghadirkan seluruh unsure masyarakat, pemerintah dan aparat. 
  13. Pada mediasi pertama pihak panitia ingin mengubah format acara dengan mngurangi beberapa acara seperti pemecahan rekor muri tiwul terbesar namun acara kesenian seperti ketoprak tetap diadakan. Pada mediasi pertama FUI mempersilakan mengadakan namun di gereja masing-masing. 
  14. Mediasi kedua pihak FUI tetap meminta jika dilaksanakan silakan di laksanakan di gereja. Panitia tidak akan mengadakan jika pejabat-pejabat yang berwenang tidak mengijinkan.
  15. Ketika diklarifikasi kehadiran laskar-laskar salib dari berbagai kota sebagai keamanan pada mediasi kedua ini pihak orang kafir hanya diam tidak menolak namun tidak mengiyaakan.
  16. Mungkin melihat penolakan yang semakin meluas hingga ke luar DIY akhirnya TNI AD mencabut ijin tempat di puslatpur.
  17. Mengacu pada hasil mediasi kedua seharusnya dengan dicabutnya izin tempat di puslatpur, panitia membatalkan acara tersebut namun panitia tetap memaksakan diri untuk mengadakan adan mencari alternatf tempat lain (mulut orang kafir tidak bias dipercaya)
  18. Dari sini timbul kecurigaan apa maksud panitia memaksakan diri untuk tetap diadakan dan tempat harus di gunung kidul?
  19. Setelah dilakukan berbagai analisis dimungkinkan karena  : Terkait motif ekonomi mengingat peserta ditarik biaya per orang 75.000 sehingga panitia dipastikan merugi jika acara ini tidak jadi dilaksanakan, Orang kafir ingin unjuk kekuatan terkait penyegelan gereja di Girisubo, dan Ingin memancing emosi umat islam dengan memurtadkan lebih banyak orang muslim melalui acara tersebut
  20. Pihak panitia bersama pejabat terkait tanpa FUI kembali melakukan rapat terkait permintaan pihak panitia untuk tetap mengadakan acara paskah.
  21. Dari pihak Polres Gunung Kidul sepertihalnya FUI tetap menganjurkan agar di laksanakan di gereja.
  22.  Informasi terakhir gereja yang akan digunakan adalah gereja di daerah Wiladeg
  23. FUI tidak begitu saja percaya mengingat kebohongan yang sering dilakukan orang kafir. Boleh jadi ini hanyalah akal-akalan mengingat kapasitas gereja tidak mungkin bias menampung undangan yang mencapai 13.000.
  24. FUI menyeru kepada seluruh Laskar untuk siap siaga dan hadir di wonosari dengan berkumpul di masjid agung Wonosari (Al ikhlas) pada tanggal 30 Mei 2014 untuk mengantisipasi terjadinya gesekan terkait berlangsungnya acara tersebut. (abu add/ frontjihadislam.or.id)

2 komentar:

Site search

    Markas Pusat

    Front Jihad Islam
    Jl. Bibis 43 Padokan Lor Tirtonirmolo Kasihan Bantul
    Daerah Istimewa Yogyakarta
    Telp : 0878-3977-0021